NEWSPRO.ID – Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami serangkaian erupsi, Senin (10/3/2025).
Gunung ini menunjukkan aktivitas vulkanik dengan letusan yang mencapai ketinggian 400 hingga 1.100 meter di atas puncak.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.54 WIB dengan kolom abu setinggi 600 meter, yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke selatan.
Selang 10 menit kemudian, erupsi kembali terjadi dengan ketinggian lebih rendah, sekitar 400 meter.
Menurut laporan Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, letusan terus berlanjut sepanjang dini hari.
Pada pukul 02.04 WIB, erupsi mencapai ketinggian 1.000 meter dengan hembusan abu vulkanik ke arah selatan. Sementara itu, letusan terbesar terjadi pada pukul 03.15 WIB dengan kolom abu mencapai 1.100 meter di atas puncak.
Aktivitas vulkanik terus berlanjut hingga pagi hari. Pukul 04.07 WIB, letusan dengan ketinggian 1.000 meter kembali terjadi, diikuti erupsi pada pukul 04.30 WIB dan 05.22 WIB dengan tinggi letusan 1.000 meter atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut.
Pada pukul 06.16 WIB, Gunung Semeru kembali erupsi dengan kolom letusan setinggi 900 meter.
“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah selatan dan barat daya. Erupsi ini juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 113 detik,” ujar Liswanto, melalui keterangan tertulisnya, Senin (10/3/2025).
BACA JUGA: Modifikasi Cuaca, Upaya BNPB Tekan Risiko Bencana di Musim Hujan
Kesiapsiagaan Masyarakat dan Rekomendasi PVMBG
Menghadapi peningkatan aktivitas vulkanik ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan rekomendasi bagi masyarakat untuk menghindari wilayah berisiko tinggi:
- Zona Berbahaya – Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan dalam radius delapan kilometer dari puncak.
- Hindari Area Sekitar Sungai – Masyarakat tidak diperbolehkan berada dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terkena perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 13 kilometer dari puncak.
- Jauhi Radius Tiga Kilometer dari Puncak – Aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Semeru sangat berbahaya akibat lontaran batu pijar.
- Waspada Awan Panas dan Lahar – Warga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru, termasuk Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Masyarakat di sekitar Gunung Semeru diimbau untuk tetap mengikuti perkembangan informasi dari PVMBG dan pemerintah setempat guna mengantisipasi kemungkinan dampak lebih lanjut.
(Uj)











