NEWSPRO.ID – Setiap tahun menjelang Ramadan, lonjakan harga bahan pokok selalu menjadi perbincangan hangat di masyarakat.
Fenomena ini seolah menjadi tradisi yang berulang, di mana harga kebutuhan pokok melonjak drastis, membuat banyak orang merasa terbebani.
Hal ini pun mendapat perhatian dari anggota DPR RI, Mulan Jameela, yang dalam rapat Komisi VI DPR RI bersama Perum Bulog dan Kementerian Perdagangan (Kemendag), menyampaikan kritik terhadap pola kenaikan harga yang dinilainya seperti “aji mumpung.”
Dalam rapat tersebut, Mulan mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi yang dialami masyarakat setiap kali memasuki bulan puasa dan menjelang Lebaran.
Menurutnya, kenaikan harga yang terjadi seolah tidak terkendali, seakan-akan pedagang menaikkan harga dengan semaunya.
“Kenapa sih kesannya seperti aji mumpung? Lagi puasa dan Lebaran, jadi harga suka-suka naik,” ujarnya, dikutip dari kanal YouTube DPR RI, Kamis (12/3/2025).
Selain itu, Mulan juga membagikan pengalaman yang ia dapatkan dari masyarakat di daerah pemilihannya (Dapil). Ia mengatakan bahwa banyak warga yang mengeluh karena sulit membeli kebutuhan pokok akibat lonjakan harga.
Bahkan, ia menyoroti betapa kondisi ini berdampak pada kehidupan rumah tangga, di mana tak sedikit istri yang dimarahi suaminya karena uang belanja Rp50 ribu yang diberikan sudah tidak cukup untuk membeli bahan makanan.
“Kalau saya dilaporin di Dapil, istri-istri (masyarakat) tuh pada dimarahi. Saya miris, sampai lihat konten istri dimarahi karena dikasih uang Rp50 ribu nggak dapat apa-apa,” ucapnya.
BACA JUGA: Mendes PDT Gandeng KPK Perketat Pengawasan Dana Desa
Mulan pun meminta agar pemerintah, khususnya Bulog dan Kemendag, mengambil langkah konkret untuk mengendalikan harga bahan pokok agar tetap stabil selama bulan Ramadan hingga Lebaran.
Menurutnya, diperlukan kebijakan yang lebih tegas agar masyarakat tidak terus-menerus menjadi korban dari kenaikan harga yang terjadi setiap tahun.
Intervensi pasar yang lebih optimal, pengawasan distribusi yang ketat, serta ketersediaan stok yang cukup bisa menjadi solusi untuk menekan gejolak harga yang memberatkan masyarakat kecil.
(Uj)











